Cinta Rasulullah SAW kepada umatnya…

Sebelum wafat, Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril AS tentang keadaan umatnya setelah beliau meninggal. Allah SWT kemudian memberi wahyu kepada malaikat Jibril AS, “Sampaikanlah kepada kekasihKu bahwa Aku tidak akan membiarkan umatnya. Beritahukanlah bahwa umatnya adalah kelompok  manusia pertama yang akan dibangkitkan dari muka bumi. Dan semua umat manusia diharapkan akan masuk surga kecuali sebelum umat Muhammad masuk terlebih dahulu.” Rasulullah SAW lalu berkata, ”Sekarang hatiku menjadi tenang.”

Dari Abu Hurairah RA beliau menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap nabi memiliki doa yang mustajab, dan setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Tetapi aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi umatku kelak di hari kiamat. Dengan syafa’at tersebut Insya Allah akan dimiliki oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Sayyidina Usman bin Affan RA dari Sayyidina Abbas RA, dari Rasulullah SAW, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: “Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah SWT serta dibenarkan oleh para Rasul”.

Ibnu Abbas RA berkata:
“Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril AS akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil AS datang juga dengan membawa bendera dan mahkota. Izrail AS datang juga dengan membawa bersamanya pakaian-pakaian syurga.”

Jibril AS akan menyeru:

“Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad SAW?”
Bumi akan berkata: “Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-gunungku. Aku tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW.”

Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka, empat malaikat berada di atas kubur beliau.”

Israfil AS bersuara: “Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!” Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mulai terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri, Rasulullah SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melihat kanan dan kiri dan melihat bahwa di sekelilingnya tiada lagi dilihatnya bangunan satupun.

Rasulullah SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi beliau. Jibril AS berkata kepadanya: “Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya tempatmu di sisi Allah SWT di tempat yang luas.” Rasulullah SAW bertanya, “Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?”

Jibril AS menjawab: “Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah SWT” Rasulullah SAW bersabda: “Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!”

Jibril AS berkata: “Apakah yang engkau lihat di hadapanmu?” Rasulullah SAW bersabda: “Bukan seperti itu pertanyaanku.” Jibril as berkata: “Adakah engkau tidak melihat bendera puji-pujian yang terbentang di atasmu?” Rasulullah SAW bersabda: “Bukan itu maksud dari pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu mengenai umatku. Di mana perjanjian mereka?” Jibril AS berkata: “Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia, sebelum engkau.”

Rasulullah SAW bersabda: “Semoga akan besar pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.”

Dari seluruh nabi-nabi hanya Rasulullah SAW yang memohonkan keselamatan umatnya, bukan untuk dirinya, “Tuhanku. Penguasaku Penghuluku. Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu.”

Pada saat itu, Rasulullah SAW terlihat sangat sedih melihat keadaan umatnya di padang Mashyar. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya.  Para Nabi yang lain melihat kesedihan dan tangisannya dan mereka berkata: “Maha Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah SWT ini begitu berat mengambil beban keadaan umatnya.” Rasulullah SAW sujud di hadapan Arsy dan sekali lagi, Rasulullah SAW rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya dan memohon kepada Allah SWT akan pertolongan untuk umatnya :

“Maka akupun berangkat sampai di bawah Arsy, lalu aku tersungkur sujud kepada Rabbku. Kemudian Allah SWT membukakan untukku pujian-pujian dan sanjungan yang baik untuk-Nya, yang belum Dia bukakan kepada seorangpun sebelumku. Kemudian dikatakan (kepadaku): “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan mintalah, niscaya kamu akan diberi. Berilah syafaat niscaya akan diterima (syafaatmu).” Maka akupun mengangkat kepalaku kemudian aku katakan: “Umatku wahai Rabbku, umatku wahai Rabbku.”

“Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (Thahaa: 109)


Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

4 Responses to Cinta Rasulullah SAW kepada umatnya…

  1. I’m so loving the story… Thanks for sharing

  2. Denny says:

    Terimakasih atas sharin’ ttg NUR MUHAMMAD S.A.W … JazakumULLHU khoirun katsiro

  3. Denny says:

    Terimakasih atas Sharin’ this post ’bout Nur Muhammad S.A.W..JazakumULLOHu Khoirun Katsiro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s