KISAH LAILATUL QADR…

بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم

Diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas RA, Rasulullah SAW pernah mengisahkan suatu ketika beliau mendapat wahyu dari Allah SWT  tentang seorang laki-laki dari Bani Israil bernama Syam’un yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan di jalan Allah tanpa hentinya. Ia juga diberikan kekuatan dan keberanian melawan musuh-musuhnya walaupun disiksa oleh kaum kafir.

Suatu ketika istri Syam’un pun didatangi oleh kaum kafir yang menyuruh untuk mengikat badan Syam’un selagi tidur agar mudah ditangkap. Dengan alasan untuk menguji kekuatannya, istrinya mencoba mengikatnya dengan tali, tidak berhasil. lalu dicoba menggunakan rantai, tidak juga berhasil, sampai akhirnya kaum kafir dengan suruhan iblis memaksa istri Syam’un menanyakan dimana letak kelemahannya.

Dengan memaksa, akhirnya istri Syam’un mengetahui letak kelemahan suaminya yaitu terletak pada 8 jambul di kepalanya. Sekali lagi, ketika tidur, istri Syam’un pun akhirnya mengikat Syam’un masing-masing dengan menggunakan 4 jambul untuk mengikat tangan dan kakinya.

Akhirnya kaum kafir dapat menangkap Syam’un kemudian akhirnya menyiksanya dengan memotong telinga dan bibirnya, kemudian badannya digantung di tiang yang sangat tinggi . Syam’un pun berdoa kepada Allah agar  dapat diberikan kekuatan untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Allahpun mrngabulkan doa Syam’un, sehingga Syam’un berhasil melepaskan ikatan dan dengan kekuatan dari Allah iapun menghancurkan tiang yang dipakai untuk mengikatnya sehingga menimpa kaum kafir dan mengakibatkan semua musuh-musuhnya mati.

Para sahabat Rasulullah SAW sangat kagum mendengar cerita ini lalu mereka bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, dapatkah kami meraih pahala sebagaimana yang diperoleh Syam’un?”

Jawab Rasulullah SAW, “Aku sendiripun tidak tahu …” Lalu beliau berdoa, “Tuhanku, Engkau telah menjadikan umatku termasuk orang-orang yang pendek usianya dan sedikit amalannya…”

Allah SWT pun mengabulkan doa Rasulullah dengan memberikan malam LAILATUL QADR yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang dipakai Syam’un untuk berjihad di jalan Allah.

Diriwayatkan oleh Anas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika datang malam LAILATUL QADR, malaikat Jibril AS turun ke bumi dengan diiringi para malaikat yang lain. Mereka memberi salam kepada setiap orang yang berzikir kepada Allah.”

Diriwayatkan pula oleh Abu Hurayrah dalam suatu hadith, bahwa pada malam LAILATUL QADR, para malaikat turun ke bumi dengan jumlah yang tidak dapat dihitung. Mereka turun dari pintu-pintu langit bagaikan cahaya yang memancar. Terbukalah Kerajaan Malakut pada saat itu. Bagi orang yang terbuka hijabnya, ia dapat melihat malaikat yang sedang berdiri, rukuk, dan sujud kepada Allah sambil berzikir dan bertasbih, juga keajaiban lainnya.

Diriwayatkan oleh Sayyidina Umar bin Khattab RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghidupkan malam ke-27 Dari bulan Ramadhan sampai Subuh, hal itu lebih dicintai Allah daripada melaksanakan shalat di seluruh malam pada bulan itu.”

Dari Fathimah RA, beliau bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apa yang harus di lakukan oleh orang-orang yang tidak mampu menghidupkan malam tersebut karena sakit?”
Rasulullah SAW menjawab, “Mereka tidak perlu menyingkirkan bantal-bantal mereka hendaklah mereka duduk lalu berdoa kepada Allah pada malam itu, karena itu lebih disukai oleh Allah daripada shalat umatku pada malam Ramadhan…”

Dari A’isyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghidupkan malam LAILATUL QADR lalu melaksanakan shalat dua raka’at dan memohon ampunan Allah SWT, Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan rahmatNya; malaikat Jibril AS pun akan membelai dengan sayapnya. Barangsiapa dibelai dengan sayap malaikat Jibril AS, ia masuk Surga…”


Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.