ZIKRULLAH…

بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم

Rasulullah SAW bersabda,
“Tidaklah anaknya Adam mengerjakan suatu amalan yang lebih menyelamatkannya dari siksa Allah daripada zikir kepada Nya.”
Para sahabat bertanya,
Ya Rasulullah, bukanlah jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab,
“Bukanlah jihad di jalan Allah, melainkan jika Engkau menebaskan pedangmu hingga patah, dan kemudian engkau menebaskannya lagi hingga patah.”

Bersabda Rasulullah SAW,
“Orang-orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai adalah seperti pohon hijau di tengah pohon-pohon yang kering. Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang-orang yang lalai adalah seperti orang yang berjuang di tengah orang-orang yang lari dari medan perang.”

Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak duduk suatu kaum di dalam sebuah majelis seraya berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla melainkan para malaikat mengelilingi mereka, mencurahkan rahmat kepada mereka, dan Allah pun menyebut mereka di tengah-tengah para malaikat yang ada di sisiNya.”

“Allah ‘Azza wa Jalla memiliki para malaikat yang selalu memujiNya di bumi.  Merekalah yang mencatat amalan manusia. Apabila mereka menemukan suatu kaum sedang berzikir kepada Allah  ‘Azza wa Jalla, mereka menyeru,
“Marilah kesana !”
Para malaikatpun datang dan mengelilingi mereka. kemudian mereka kembali lagi ke langit. Allah SWT bertanya,
Apa yang hamba-hambuKu kerjakan ketika kalian meninggalkan mereka?”
Para malaikat menjawab,
“Kami meninggalkan mereka dalam keadaan memuji, memuliakan, dan mensucikan namaMu ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Apakah mereka melihatKu?”
Para malaikat menjawab, “Tidak ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
” Bagaimana seandainya mereka melihatKu ?
Para malaikat menjawab, “Seandainya mereka melihatMu, niscaya mereka akan lebih banyak bertasbih dan memuliakanMu ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Dari apa mereka memohon perlindungan?”
Para malaikat menjawab, “Dari api neraka ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Apakah mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab, “Tidak ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih takut dan lebih banyak berusaha menghindarinya.”
Allah bertanya lagi,
“Apa yang mereka cari?”
Para malaikat menjawab, “Surga ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Apakah mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab, “Tidak ya Rabb.”
Allah bertanya lagi,
“Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Para malaikat menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, niscaya akan lebih besar lagi keinginannya.”
Allah berfirman,
“Aku bersaksi kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.”

Rasulullah SAW bersabda,
“Seutama-utamanya yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah
‘Laa ilaaha illallah …”

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimah Thoyyibah) seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon buruk yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun” (QS. Ibrahim, 14;24-26)

Yang dimaksudkan Kalimah Thoyyibah adalah kalimat Tauhid yaitu, “Laa ilaaha illallah”.

Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s