KISAH AISYAH BINTI MUZAHIM (ISTRI FIR’AUN)

بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم

 

Ketika Fir’aun mengetahui keimanan istrinya, ia memerintahkan agar istrinya disiksa dengan berbagai siksaan, sambil berkata “Kembalilah kepada ajaranku!”. Akan tetapi, Aisyah menolak. Kemudian Fir’aun mengambil balok dan dipukulkan kepada istrinya. Lalu ia berkata,” Kembalilah kepada ajaranku!”. Namun Aisyah menjawab,”Engkau tahu bahwa diri dan hatiku berada dalam penjagaan Tuhanku. Kalaupun engkau memotongku dengan keji, tidak akan bertambah pada diriku selain kecintaan kepada Tuhanku.”

Tiba-tiba nabi Musa AS lewat di hadapannya, maka Aisyah memanggil, “Wahai Musa, beritahukanlah kepadaku, apakah Tuhanku ridho kepadaku atau murka kepadaku?”

Berkata nabi Musa AS, “Aisyah, para malaikat sedang menantimu, mereka merindukanmu. Allah kagum padamu. Oleh karena itu, mintakanlah kepadaku keperluanmu, niscaya terpenuhi.”

 Aisyahpun berkata,“Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi Mu dalam Surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; selamatkan pula aku dari kaum yang zhalim.” (QS at-Tahrim [66]:11)

Salman al Farisi RA berkata, “Istri Fir’aun disiksa dengan dijemur di bawah terik matahari. Ketika mereka telah meninggalkannya, para malaikat menaunginya dengan sayap mereka. Lantas ia melihat rumahnya di surga.”

Abu Hurayrah RA berkata, “Fir’aun menancapkan empat buah pasak pada tubuh istrinya, membaringkannya, dan meletakkan batu penggilingan di atas dadanya. Lalu Fir’aun menjemurnya di bawah terik matahari. Aisyah lalu menengadahkan kepalanya ke langit seraya berdoa, “Tuhanku bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi Mu dalam Surga ..”

Al Hasan RA berkata, “Allah menyelamatkannya dengan cara yang sangat mulia, dan mengangkatnya ke Surga. Iapun makan dan minum.”

Demikianlah karakter salah seorang Muslimah besar pada zamannya, yang merupakan karakter  yang sholeha, beriman dan bertakwa serta selalu memohon hanya kepada Allah SWT ketika mendapat cobaan dan musibah.

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

“HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. [3]:173). “Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr”, Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (QS. [8]:40)


Gallery | This entry was posted in Great Women in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s