KISAH BULAN RAJAB

“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”.

“Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para Nabi, keluarga Nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka”

Dalam sebuah buku Imam Al Ghazali, dikisahkan, seorang perempuan beribadah di Baitul maqdis dan setiap hari selama bulan Rajab ia selalu mendekatkan diri kepada Allah. Perempuan itu selalu memakai baju mantel. Pada suatu hari, perempuan itu sakit keras. Ia berwasiat kepada anaknya, jika ia meninggal agar mantelnya disertakan di dalam kuburnya. Namun anak itu lupa melaksanakan wasiat ibunya. Pada suatu malam, ia bermimpi melihat ibunya. Ibunya berkata, “Anakku, aku tidak meridhaimu, sebab engkau tidak melaksanakan wasiatku.”

 Anak itu terbangun dengan perasaan cemas kemudian ia bergegas menuju kuburan ibunya lalu mulai menggalinya kembali untuk menguburkan mantel ibunya. Betapa kagetnya ia karena jenazah ibunya tidak ada. Lalu terdengarlah suara, “Apakah engkau tidak tahu bahwa barangsiapa yang taat kepada Kami pada bulan Rajab, Kami tidak akan membiarkannya sendirian di dalam kubur…”

Kata Rajab diambil dari kata at-tarjib, artinya pengagungan. Rajab disebut juga tercurah, sebab pada bulan ini Allah mencurahkan rahmatNya kepada orang-orang yang bertaubat dan mengabulkan doa untuk orang-orang yang beramal. Rajab juga berarti tuli, sebab pada bulan ini tidak terdengar suara peperangan. Rajab juga disebut sebagai al-Muthahhir, karena orang-orang yang berpuasa pada bulan itu akan disucikan dari berbagai dosa dan kesalahan.

Ada juga yang berpendapat bahwa Rajab adalah nama sebuah sungai di surga yang airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan lebih dingin daripada es. Tidak ada yang akan meminumnya, kecuali mereka yang berpuasa pada bulan Rajab. Sabda Rasulullah SAW:

 “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

Dari sahabat Anas bin Malik r.a,  Rasulullah SAW bersabda pula :

 “Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut”.

Dalam sebuah riwayat, sahabat Tsauban r.a bercerita:

“Ketika kami berjalan bersama Rasulullah SAW melalui sebuah kuburan, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdo’a kepada Allah SWT. Lalu saya bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis?” Lalu Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka dan saya berdo’a kepada Allah, lalu Allah meringankan siksa kubur mereka”

Sabda Rasulullah SAW lagi: “Wahai Tsauban, kalau sekiranya mereka ini mau berpuasa 1 hari saja dalam bulan Rajab dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab, niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur”

Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa 1 hari dan beribadah 1 malam dalam bulan Rajab, sudah bisa menghindarkan mereka dari siksa kubur?”

Sabda Rasulullah SAW: “Wahai Tsauban, Demi Allah Dzat yang telah mengutus saya sebagai Nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa 1 hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena Allah, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa 1 tahun dan mengerjakan sholat malam 1 tahun”

Dari sahabat Salman al-Farizi r.a, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seolah-olah dia telah berpuasa seribu tahun, dan seakan dia telah memerdekakan seribu budak. Dan barangsiapa bersedekah pada bulan itu, maka seolah-olah dia bersedekah dengan seribu dinar, dan ditetap dari setiap rambut yang ada pada tubuhnya dengan seribu kebaikan, an diangkatnya seribu derajat, dihapuskan darinya seribu keburukan, dan ditetapkannya baginya setiap hari yang dia gunakan untuk berpuasa dan bersedekah itu dengan seribu haji dan seribu umrah, serta dibangunkannya baginya seribu rumah, seribu istana dan seribu kamar.”

Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s