Pengakuan di Bulan Taubat

اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً ٭ وَلاَ أَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ فَهَبْلِي تَوْبَةً  وَاغْفِرْ ذُنُوْبِي٭ فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ ٭ ذُنُوْبِي مِثْلُ عَدَادِ الرِّمَالِ ٭ فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً ًيَا ذَا الْجَلاَلِ٭ وَعُمْرِيْ نَاقِصُ فِي كُلِّ يَوْمٍ ٭ وَذَنْبِي زَائِدُ كَيْفَ احْتِمَالِي ٭
اِلَهِي عَبْدُكَ الْعَاصِ أَتَاكَ ٭ مُقِرًّبِاالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَكَ أَهْلُ ٭
وَإِنْ تَظْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ ٭

Artinya:

Tuhanku, aku tidak layak memasuki syurga Firdaus. Dan aku pun tak mampu menahan siksa api Neraka Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar. Dosa-dosaku amatlah banyak bagai butiran pasir. Terimalah taubatku, wahai Yang Maha Agung. Umurku berkurang setiap hari, sedang dosa-dosaku terus bertambah. Bagaimana aku sanggup menanggungnya?

Tuhanku, hamba-Mu yang durhaka ini datang bersimpuh menghadap-Mu. Mengakui dosa-dosa dan menyeru memohon kepada-Mu. Bila Kau mengampuni, Engkaulah Sang Pemilik Ampunan. Bila Kau campakkan aku, kepada siapa aku mesti berharap selain dari-Mu?

Al I’tirof, sering disebut sebagai do’a dari Abu Nuwas Hasan Al Hakami, yang di Indonesia dikenal sebagai Abu Nawas. Beliau adalah seorang  sastrawan dan penyair di masa pemerintahan Khilafah Abbasiyah (786-890 M), era pemerintahan Sultan Harun Al-Rasyid Al-Abassi. Di awal hidupnya, beliau terkenal sebagai seseorang yang suka berhura-hura. Namun pada akhir hayatnya, beliau akhirnya bertaubat dan berhijrah menjadi seorang Sufi dan menulis puisi-puisi berisi doa taubat beliau kepada Allah SWT, dan diantaranya yang terkenal adalah Al-I’tirof.

Sebuah pengakuan, atau taubat adalah jalan pertama-tama yang wajib ditempuh oleh seorang hamba dalam mendekat kepada Allah SWT. Khususnya pada bulan Rajab, disebutkan bahwa bulan tersebut dikhususkan sebagai bulan pengampunan dari Allah SWT. Dari sahabat Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Ditanyakan, “Ya Rasulullah, apa bulan Allah?” Beliau menjawab, “Karena Rajab dikhususkan untuk pengampunan, pada bulan itu, darah ditahan (tidak boleh ada pertumpahan darah). Dan di dalamnya pula Allah memberi ampunan kepada pada nabiNya. Di dalamnya juga Allah menyelamatkan para waliNya dari musuh-musuhNya. Barangsiapa berpuasa pada bulan itu, maka Allah mewajibkan baginya tiga hal, yaitu ampunan atas semua dosanya yang telah lalu, perlindungan atas sisa umurnya, dan dia akan selamat dari rasa haus pada hari kiamat.”

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT mengulurkan tanganNya (permohonan taubat), dengan ampunan kepada orang yang berbuat maksiat pada malam hari hingga siang, kepada orang yang berbuat maksiat pada siang hari hingga malam, sampai matahari terbit dari arah terbenamnya.”

Sabda Rasulullah diriwayatkan oleh Hasan r.a, “Seandainya salah seorang diantara kalian bersalah sehingga kesalahannya memenuhi langit dan bumi, lalu dia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya.”

Dari hadist lain diriwayatkan bahwa ketika Allah melaknat iblis, iblis meminta tangguh. Allah memberinya tangguh hingga hari kiamat. Iblis berkata, “Demi keagunganMu, pasti aku mengeluarkan (keimanan) dari hati anak Adam selama ada ruh di dalamnya.”

Allah SWT berfirman, “Demi keagungan dan kemuliaanKu, Aku akan menghalanginya dengan taubat selama ada ruh di dalamnya.”

رب اغفر لي وارحمني وتب علي إنك أنت التواب الرحيم

“Robbighfirlii war hamni wa tub‘alayya innaka antat tawwabur rohim.” (Ya Allah, ampunilah dan sayangilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima Taubat dan Maha Penyayang).

Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s