Bulan Rasulullah…

Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Allah, dan Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah penghapus (dosa), sedangkan Ramadhan sebagai penyuci.” (Hadist dari Abu Hurairah r.a).

Jika bulan Sya’ban, Rasulullah SAW sering berpuasa sunnah, dan  begitu memasuki bulan Ramadhan, beliau menyempurnakan puasanya selama sebulan penuh. Mengenai puasa sunnah di bulan Sya’ban ini, beliau bersabda, “Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan, banyak orang-orang yang melupakannya. Pada bulan itu, amal perbuatan manusia diangkat menghadap Tuhan semesta alam. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan puasa.”

“Keutamaan bulan Rajab atas semua bulan adalah seperti keutamaan umatku diantara umat yang lain, dan keutamaan bulan Sya’ban atas semua bulan seperti keutamaanku atas semua nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan atas semua bulan adalah seperti keutamaan Allah atas seluruh makhlukNya.”

Kata Sya’ban terdiri dari lima huruf: syin yang berarti asy-syaraf (kemuliaan), ‘ain yang berarti al-‘uluww (tinggi), ba’ yang berarti al-birr (kebajikan), alif yang berarti al-ulfah (kelembutan), dan nun yang berarti an-nur (cahaya). Sya’ban merupakan karunia yang diberikan Allah SWT kepada hambaNya dan merupakan bulan yang di dalamnya semua pintu kebaikan terbuka, berbagai berkah turun, berbagai kesalahan diabaikan, dan berbagai kejahatan dihapuskan.

Pada bulan Sya’ban, juga terdapat malam Nisfu Sya’ban yang terdapat di malam pertengahan (nisfu) bulan tersebut dan  juga disebut sebagai malam Baro’ah (malam penuh keberkahan). Malam yang di dalamnya diturunkan rahmat, kemuliaan, kebaikan, pengampunan dan berbagai keistimewaan yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hambaNya.

Dikisahkan, di alam langit, para malaikat mempunyai 2 hari raya seperti umat Muslim di bumi. Dua hari raya para malaikat tersebut adalah pada malam Nisfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadr. Disebut sebagai hari raya para malaikat, karena pada malam Nisfu Sya’ban tersebut dihapuskan dosa-dosa selama setahun. Sedangkan pada malam Jum’at dihapuskan dosa-dosa selama seminggu, dan pada malam Lailatul Qadr dihapuskan dosa-dosa seumur hidup. Sehingga, malam-malam tersebut dinamakan malam penghapusan dosa.

“Allah yang Mahatinggi pada malam pertengahan Sya’ban turun ke langit dunia, lalu memberikan ampunan kepada setiap muslim kecuali orang musyrik, orang yang iri hati, pemutus tali silaturahmi, atau wanita yang melacurkan dirinya.” (diriwayatkan oleh sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib k.w.j dari Rasulullah SAW)


Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s