Taubat

Allah SWT memiliki hamba-hamba yang menanam pohon-pohon dosa dan menyiramnya dengan air tobat.
Lalu pohon-pohon itu berbuah penyesalan dan kesedihan.
Mereka pun lantas menjadi gila, tetapi bukan orang gila.
Mereka berpura-pura dungu tanpa kesadaran, dan tidak bisu.
Mereka itu adalah para ahli retorika (balaghah) dan orang-orang fasih yang mengenal Allah dan RasulNya.
Kemudian mereka meminum secawan air jernih.
Mereka mewarisi kesabaran atas panjangnya ujian.
Lalu hati mereka sangat sedih di alam malakut.
Pikiran mereka melayang di antara bintang-bintang soraya yang menutupi alam jabarut.
Mereka bernaung di bawah awan penyesalan.
Mereka membaca lembaran-lembaran kesalahan, lalu mewariskan rasa takut pada diri mereka, sehingga mereka sampai ke puncak kezuhudan dengan tangga kewaraan.
Mereka menempa diri dengan rasa pahitnya meninggalkan keduniaan dan menganggap lunak kasarnya tempat tidur sehingga mereka mencapai puncak gunung keselamatan dan meraih mutiara kesejahteraan.
Ruh mereka merumput di padang rumput hijau sehingga mereka mendiami taman kenikmatan.
Mereka terjun ke samudra kehidupan, mengalir di parit-parit ketakutan, dan melewati jembatan-jembatan hawa nafsu sehingga tiba di kefaanaan ilmu.
Mereka mengambil minum dari telaga hikmah, menumpang bahtera kecerdasan, dan terhembus angin di samudra keselamatan sehingga sampai di taman ketenangan, mutiara keagungan, dan kemuliaan.

Dzun-Nun Al-Mishri r.a

20130803-142109.jpg

Gallery | This entry was posted in Al Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s