Doa Sayydina Abu Bakar RA

Aisyah RA bercerita bahwa ketika Rasulullah SAW wafat, kaum muslim terpecah belah. Sebagian dari mereka tidak percaya akan wafatnya beliau, sebagian lagi diam tidak berbicara sepatah katapun, kecuali Sayyidina Abu Bakar RA dan al-‘Abbas. Mereka berdua berkata dihadapan kaum muslimin :
“Tiada Tuhan selain Allah. Ketahuilah, Rasulullah SAW telah wafat. Beliau telah menerangkan kepada kalian: Sesungguhnya engkau akan mati, demikian pula mereka. Lalu kalian semua pada hari Kiamat kelak akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhan kalian. (QS Az-Zumarnis [391:30-31).”

Sayyidina Abu Bakar RA menyampaikan hal ini di hadapan Bani Al-Harits ibn al-Khazraj. Ia kemudian masuk ke dalam rumah Rasulullah SAW. Sayyidina Abu Bakar RA memandangi jenazah Rasulullah SAW. Lalu ia memeluk dan menciumnya seraya berkata, “Ya Rasulullah, Allah tidak akan merasakan dua kali kematian kepada Anda.”

Sayyidina Abu Bakar RA lalu keluar sambil berteriak di hadapan orang-orang,
“Wahai umat manusia, barangsiapa yang menyembah Muhammad, beliau sudah meninggal. Namun, barangsiapa yang menyembah Tuhan Muhammad, Allah Mahahidup, tidak akan mati. Allah berfirman : “Tidaklah Muhammad melainkan seorang utusan sebagaimana utusan-utusan sebelumnya. Apakah jika Ia meninggal dunia atau terbunuh, kalian akan kembali ke belakang (QS ‘Ali ‘Imran [3]:44)

Pada saat itu, mereka seakan-akan baru mendengar ayat tersebut.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa sesaat setelah mendengar berita wafatnya Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar RA masuk ke dalam rumah beliau lalu menyalatkan jenazahnya. Air matanya mengucur deras karena kesedihannya. Setelah itu Ia mencium kening dan kedua pipinya, serta mengusap wajahnya. Sayyidina Abu Bakar RA kemudian berkata:

“Demi Allah, hidup dan mati Anda sangat indah. Dengan kematian Anda, terputuslah apa yang tidak terputus dengan kematian nabi manapun. Akhlak Anda sangat agung sehingga menjadi kekhususan Anda, lalu Anda mengharuskan kami agar kami meneladani Anda. Seandainya wafat Anda bukan karena pilihan Anda, pasti kami sangat berduka. Seandainya wafat Anda bukan karena larangan Anda untuk meratap, pasti air mata kami ini sudah kering menangisi Anda. Namun kami tidak mampu menafikkan dan mengalahkan kesedihan kami ini. Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam kami kepadanya. Wahai Muhammad, semoga shalawat dan salam terlimpah bagi Anda. Ingatkanlah kami di sisi Tuhan Anda, semayamkanlah kami dalam hati Anda. Ya Allah, sampaikanlah salam kami kepadanya, peliharalah ajarannya dalam jiwa kami, dan sucikan hati kami agar dapat meneladaninya. Ya Allah, gantilah keburukan-keburukan kami dengan kebaikan. Gabungkanlah kami dengan Nabi Muhammad SAW dalam iman karena itulah harapan kami. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

(Dikutip dari kumpulan tulisan Imam Al-Ghazali)

20130805-102957.jpg

Gallery | This entry was posted in Great Companions of Rasulullah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s